Kamis, 21 Oktober 2010

Flora Normal Tubuh

Normalnya permukaan tubuh (termasuk usus, paru-paru, dan kulit) selalu behubungan dengan dunia mikroorganisme. Karena hanya terdapat di permukaan, tidak banyak pengaruhnya. Tetapi jika masuk ke dalam jaringan, maka akan berhadapan dengan mekanisme pertahanan tubuh.

Organisme komensal yang hidup di kulit dan permukaan mukosa bersama-sama disebut sebagai flora residen atau flora normal. Bila ada kesempatan, sifat komensalnya dapat berubah menjadi parasit dan patogenik, yang cenderung kurang baik bagi tubuh, karena berpotensi menjadi penyakit, terutama kalau kebetulan masuk peredaran darah atau jaringan. Kuman yang baru menempel pada kulit, umumnya tidak bertahan lama karena hilang terbilas air atau mati karena kalah bersaing dengan organisme residen. Inilah sebabnya disebut flora transient.

1. Kulit
Pada kulit ada flora residen dan flora transient. Dokter bedah yang mencuci tangan sebelum operasi, menghilangkan sebagian besar komensal transient dan sedikit konesal residen yang superficial. Komensal residen yang lebih dalam tetap ada dan cepat berkembang lagi, sehingga setelah operasi yang cukup lama, flora tangan sudah hampir sama dengan sebelumnya. Oleh sebab itu sarung tangan sangat penting untuk dipakai.
Bakteri yang sering ditemukan di kulit adalah Staphylococcus epidermidis, Micrococcus, Streptococcus alpa dan nenhemolyticus, difteroid aerob dan anaerob dan Sarcinae.

2. Mulut
Mulut amat kaya akan mikroorganisme Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, beberapa mikokokus berpigmen, dan Staphylacoccus yang bersifat anaerob ditemukan dipermukaan gigi dan saliva, Streptococcus viridans (gup mitis dan salivarius), Streptococcus pneumoniae, Streptococcus pyogenes, Enterococcus, Neisseria berpigmen, Veillonella sp., Corynebacterium, Escherichia coli, Haemophilus, Bacteroides, Fusobacterium, Vibrio sputorum, Treponema denticum, Borrelia refringens.

3. Saluran Pernafasan
Organisme yang dominant di saluran nafas, terutama faring adalah Streptococcus nonhemolitik dan alfahemolitik, Neisseria, Staphylococcus epidermidis, Haemophilus, Pneumococcus, Mycoplasma.

4. Saluran Pencernaan
Daerah saluran pencernaan yang mengandung mikroorganisme adalah usus besar. Kurang lebih 20% massa feses berisi bakteri. Mikroorganisme yang terdapat di kolon adalah Bacteroides, Bifidobacteria, Eubacteria, Lactobacillus, Streptococcus, Clostridium, Candida albicans (jenis yeast). Flora saluran pencernaan berperan dalam sintesis vitamin K, konversi pigmen empedu dan asam empedu, absorbsi zat makanan serta antagonis mikroba pathogen.

5. Salaruan Genital
Genitalia eksterna penuh dengan mikroorganisme residen juga ujung uretra, baik pada pria maupun wanita, adalah tempat berkumpulnya kuman. Di dalam vagina terdapat Lactobacillus yang dengan produknya memelihara suasana asam vagina. Suasana asam ini gunanya untuk mencegah masuknya bakteri, ragi, protozoa dari luar. Bila ekologi normal vagina terganggu, misalnya sedang minum antibiotic untuk mengobati infeksi di bagian lain tubuh, maka dapat menghambat Lactobacillus vagina, sehingga organisme lain dapat berkembang, seperti Trichomonas yang dapat berakibat vaginitis (leucorrhoea = keputihan).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar